“Matematika tidak bisa hanya dihapal”---“Belajar Matematika itu Menyenangkan”---“Matematika itu sulit karena hanya dilihat, tapi mudah setelah di coba”---“Soal-soalnya bikin ketagihan, broooo!!!”---“Math is Advanture”---“Math is about how to show life actually”
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Matematika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

7 Ilmuwan Muslim Bidang Matematika & Fisika

Mungkin anda benci matematika dan fisika di sekolah, tapi jangan pernah membenci ilmuwan - ilmuwan di bidang itu, kerena mereka telah mengubah dunia dengan penemua - penemuannya. inilah 7 (Tujuh) ilmuwan muslim dibidang Matematika dan Fisika. selamat membaca

1. Al-Khuwarizmi (al-Jabar)
Abu Abdullah Muḥammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang Ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Beliau Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidup beliau bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad.

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga beliau disebut sebagai Bapak Aljabar. 

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabara berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau.

Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

2. Ibn al-Haitham (Bapak Optik)

Salah satu peletak dasar fisika optik adalah seorang ilmuwan muslim yang bernama lengkap Abu Muhammad al-Hassan Ibnu al-Haitham atau dikenal dibarat dengan nama Alhazen, Avennathan, Avenethan. Belaiu mengecap pendidikannya di Basrah dan Baghdad.

Setelah selesai di kedua kota tersebut, Ibnu Haitham meneruskan pendidikannya ke Mesir dan bekerja di bawah Khilafah al-Hakim, dari daulah Khilafah Fatimiyyah. Belajar yang dilakukannya secara oktodidak yang justru membuatnya tidak hanya mahir atau menguasai fisika optik saja, tapi juga beberapa bidang ilmu pengetahuan seperti ilmu falak, matematika, geometri, pengobatan, filsafat dan farmakologi. Beliau pernah mengunjungi Spanyol untuk melengkapi karya ilmiahnya. 

Tidak kurang dari 200 karya ilmiah di bebagai bidang telah beliau tulis sepanjang hidup beliau. Tulisan mengenai mata sudah menjadi rujukan penting dalam penelitian sains di Barat. Penelitian pada cahaya telah mengilhami ahli sains Barat seperti Boger, Becon, dan Kepler dalam menciptakan taleskop dan mikroskop. Beliau lah orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.

Karya utama mengenai tentang optik naskah aslinya dalam bahasa Arab hilang, tapi yang diterjemahkan dalam bahasa Latin masih ditemukan.

3. Umar Khayyam (Metode Geometri)

Umar Khayyam dilahirkan di Naisaphur, Ibukota Khurasan. Nama Asli beliua ialah Ghiyatsuddin Abul fatah 'Umar bin Ibrahim al-Khayyam. Khayyam berarti "pembuat tenda" dalam bahasa Persia. Beliau lahir sekitar tahun 429 H/1038 M. 
Beliau terkenal sebagai seorang matematikawan dan  astronom yang memperhitungkan bagaimana mengoreksi kalender Persia. Pada 15 Maret 1079, Sulthan Jalaluddin Malik Syah Saljuqi  memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar.
Beliau Juga terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.
Keahlian beliau dibidang astronomi terbukti Pada tahun 1073. Saat itu, Malik-Syah, mengundang Khayyam untuk membangun dan bekerja pada sebuah observatorium, bersama-sama dengan sejumlah ilmuwan terkemuka lainnya. Akhirnya, Khayyam dengan sangat akurat (mengoreksi hingga enam desimal di belakang koma) mengukur panjang satu tahun sebagai 365,24219858156 hari.
Namun sangat disayangkan, Filsafat atau kepercayaan Umar Khayyam agak berbeda dengan dogma-dogma umum Islam. Tidak jelas apakah beliau percaya akan kehadiran Allah atau tidak, namun beliau menolak pemahaman bahwa setiap kejadian dan fenomena adalah akibat dari qudrah ilahi. Beliau pun tidak percaya akan Hari Kiamat atau ganjaran serta hukuman setelah kematian.
Jika benar beliau berakidah seperti demikian, berarti beliau telah menjadi kafir, tapi beliau tetap dikenal sebagai Ilmuwan muslim.
4. Ibnu Firnas (Konsep pesawat terbang)

Berbicara soal dunia penerbangan tentu saja tidak pernah terlepas dari tokoh – tokoh seperti Sir George Cayley, Otto Lilienthal dan lain-lain. Tapi apakah kita tahu bahwa peletak dasar konsep pesawat terbang pertama adalah seorang ilmuwan muslim dari spanyol yang bernama Abbas Ibnu Firnas. Beliau layak disebut sebagai manusia pertama yang terbang, ribuan tahun sebelum Wright bersaudara berhasil melakukannya.

Abbas Qasim Ibnu Firnas yang dikenal dibarat dengan nama Armen firman lahir pada tahun 810 M. Di izn-rand Onda, Andalus (sekarang Ronda, spanyol). Selain bidang kimia, beliau juga menguasai berbagai bidang ilmu, antara lain Ilmu alam dan teknologi.Pria kelahiran Maroko ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).

Pada Tahun 852, ibnu Farnas memutuskan untuk melakukan uji coba terbang dari menara mesjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam saya dari jubah yang disangga kayu. Saya buatan itu ternyata membuat beliau melayang sebentar di udara. Beliau pun berhasil mendarat walaupun dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Farnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.

Pada tahun 875, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia. Setelah versi final berhasil dibuat, beliau sengaja mengundang orang-orang untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di jabal al-‘Arus di kawasan Rusafa, dekat Cardoba.

5. Al-Jazari (penemu Jam)

Abu al-'Iz Ibn Ismail ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206) adalah seorang Ilmuwan dari Al-Jazira, Mesopotamia, yang hidup pada abad pertengahan. beliau adalah penulis Kitáb fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) tahun 1206, dimana beliau menjelaskan lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara merakitnya.

Hanya sedikit yang diketahui tentang Al-Jazari, dan kebanyakan berasal dari perkenalannya dari buku "Pengetahuan Ilmu Mekanik". Nama Al-Jazari berasal dari tempat kelahirannya, Al-Jazira, Mesopotamia — nama tradisional Arab untuk wilayah di batian utara Mesopotamia dan sekarang dikenal sebagai wilayah tenggara Turki.

Seperti ayahnya, beliau mengabdi sebagai kepala insinyur di Istana Artuklu, kediaman dari Dinasti Artuqid cabang Mardin yang memerintah wilayah timur Anatolia sebagai wilayah pengikut dari Dinasti Zangid dan selanjutnya Dinasti Ayyubiyyah

6. Al-Kashi (Penemu Pecahan Desimal)

Jamshid al-kashi merupakan salah seorang matematikawan masyhur di dunia islam. Beliau adalah seorang saintis yang mengembangkan matematika dan astronomi pada jaman kejayaan dinasti timurid, di samarkand abad ke 14 M. Beliau berjasa mengembangkan ilmu matematika dan astronomi dengan sederet penemuannya.

Al-Kashi lahir pada 1380 di kashan, sebuah padang pasir disebelah utara wilayah iran tengah. Beliau hidup peda era kekuasaan timur lenk, pendiri dinsti Timrid yang memenangkan sederetan pertempuran.

Al-Kashi berhasil melakukan observasi terhadap gerhana bulan di kashan yang terjadi pada 2 juni 1406. Selain itu, pecahan desimal yang digunakan oleh orang-orang cina pada jaman kuno selama berabad – abad merupakan pecahan yang diciptakan oleh al-kashi. Pecahan desimal ini merupakan salah satu penemuan besarnya. 

Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangang yang menggunakan 10 macam angka dari 0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya. Sistem bilangan desimal yang ditemukan oleh Al-Kashi sering dikenal sebagai sistem bilangan berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10

7. Ibnu Nasr (teori sinus)

Saat masih di bangku sekolah menengah, tentu kita pernah mempelajari istilah sinus dalam pelajaran matematika. Sinus adalah perbandingan sisi segitiga yang ada didepan sudut dengan sisi miring. Hukum sinus ternyata dicetuskan oleh seorang matematikawan muslim pada awal abad ke 11 M.

Penemu teori sinus itu bernama Abu Nasr Mansur Ibnu Ali Ibnu Iraq yang akrab disapa Ibnu Nashr Mansur. Beliau hidup tahun 960 M. Sampai 1036 M.

Bill Scheppler dalam karyanya berjudul “Al-Biruni: Master Astronomer and Muslim Scholar of the eleventh century” mengungkapkan bahwa Abu Nasr merupakan seorang ahli matematika muslim dari persia. Beliau dikenal sebagai penemu hukum sinus, kata Scheppler.

Abu Nasr terlahir di kawasan gilan, persia. Hal itu tercatat dalam “The Regions Of The World” sebuah buku geografi persia 982 M.

(Sumber: 50 tokoh Penemu Dalam Dunia Islam, hal. 26-33, dan wikipedia bahasa indonesia)

Doktor Matematika Pertama di Indonesia

Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau lebih dikenal dengan nama Dr. Sam Ratulangi adalah Doktor Matematika pertama di Indonesia yang berasal dari Sulawesi Utara. Dia mendapatkan gelar Doktor Matematika pada tahun 1919 M dari University of Zurich dengan disertasinya yang berjudul “Kurven-Systeme in Vollstandigen Figuren“.

Berikut ini adalah riwayat singkat dari Dr. Sam Ratulangi.
Dr. Sam Ratulangi lahir di Tondano, Sulawesi Utara, 5 November 1890 – meninggal di Jakarta, 30 Juni 1949 pada umur 58 tahun. Dia adalah seorang politikus Minahasa dari Sulawesi Utara. Dia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Sam Ratulangi juga sering disebut-sebut sebagai tokoh multidimensional. Ia dikenal dengan filsafatnya: “Si tou timou tumou tou” yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia.
Sam Ratulangi adalah anak dari Jozias Ratulangi. Pada tahun 1907, dia pergi ke Batavia untuk melanjutkan sekolah di Koningeen Wilhelmina School. Setelah tamat, Sam Ratulangi melanjutkan ke Vrije Universiteit van Amsterdam, Belanda. Di sana, dia dipercaya menjadi Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1914. Lima tahun kemudian, dia memperoleh gelar doktor di bidang matematika dan fisika.
Sam Ratulangi juga merupakan Gubernur Sulawesi yang pertama. Ia meninggal di Jakarta dalam kedudukan sebagai tawanan musuh pada tanggal 30 Juni 1949 dan dimakamkan di Tondano. Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Manado yaitu Bandara Sam Ratulangi dan Universitas Negeri di Sulawesi Utara yaitu Universitas Sam Ratulangi.

Phytagoras, Bapak Bilangan yang Menemukan Rumus Phytagoras


Kalau pada postingan sebelumnya saya mengupas bapak teori himpunan, kali ini saya akan membahas penemu rumus phytgoras. Namanya Phytagoras (582 SM – 496 SM, bahasa Yunani: Πυθαγόρας) lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Beliau adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling dikenal melalui teoremanya. Dia juga dikenal sebagai "Bapak Bilangan".  Banyak sumbangan penting yang dia berikan pada dunia filsafat  dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. 
Berdasarkan cerita dalam tradisi Yunani, sepanjang hidupnya dia banyak melakukan perjalanan, diantaranya ke Mesir. Perjalanan ke Mesir tersebut dalam rangka berguru dan menimba ilmu pada imam-imam di Mesir. Karena kecerdasannya yang luar biasa, konon para imam yang dikunjunginya merasa tidak sanggup untuk menerima Phytagoras sebagai murid walaupun pada akhirnya ia diterima sebagai murid oleh para imam di Thebe. Selain kepada imam di Thebe, dia juga berguru pada beberapa imam. Diantaranya pada imam-imam Caldei untuk belajar Astronomi, pada para imam Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri. Dia juga belajar ritus-ritus mistik pada para Magi dan belajar teori perlawanan dalam pertemuannya dengan Zarathustra.

Phytagoras kembali ke Samos setelah selesai dalam perjalanannya mencari ilmu dan meneruskan pencarian filsafatnya serta menjadi guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos. Sekitar tahun 530 Polycartes, ia berpindah ke kota Kroton di Italia Selatan  hal ini karena ketidaksetujuannya dengan pemerintahan tyrannos . Di kota ini, Phytagoras mendirikan sebuah tarekat beragama yang kemudian dikenal dengan sebutan “Kaum Phytagorean.”
Teori Phytagoras adalah salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal. Pada teori ini dia menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepada Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan ini secara matematis.


Georg Ferdinand Ludwig Philipp Cantor, Bapak Teori Himpunan


Ayah Georg Cantor, Georg Waldemar Cantor, adalah seorang pedagang yang berhasil, bekerja sebagai agen wholesaling di jalan Petersburg, kelak sebagai makelar pasar bursa di jalan Petersburg. Georg Waldemar Cantor lahir di Denmark dan dia seorang pria yang sangat cinta pada budaya dan seni. Ibu Georg, Maria Anna Bohm, adalah orang Rusia yang sangat tertarik pada musik.

Setelah pendidikan awal  di rumah dari guru pribadi, Cantor  bersekolah di sekolah dasar di jalan Petersburg, kemudian pada tahun 1856, ketika berusia sebelas tahun keluarganya pindah ke Jerman.
Pada mulanya mereka hidup di Wiesbaden, kemudian mereka pindah ke Frankfurt. Cantor belajar di Darmstadt  dan lulus pada tahun 1860, dengan keahlian luar biasa di bidang matematika, khususnya trigonometri. Setelah dari  Darmstadt dia masuk politeknik di Zurich hingga tahun1862.
Pada tahun 1862 Cantor meminta ijin sang ayah untuk belajar matematika di universitas dan dia sangat gembira ketika akhirnya sang ayah menyetujuinya. Tetapi karena kematian sang ayah pada Bulan Juni 1963 dia mengakhiri belajarnya di Zurich. Cantor akhirnya pindah ke universitas Berlin dimana dia berteman  dengan Hermann Schwarz.
Setelah menerima gelar doktor pada tahun 1867, Cantor mengajar di Berlin. Pada tahun 1869, dia menyajikan tesisnya tentang teori bilangan.
 

Mengenal Carl Friedrich Gauss, Pengarang Disquisitiones Arithmeticae

Lahir :  30 April 1777 di Brunswick, Duchy of Brunswick (sekarang Jerman)
Died: 23 Feb 1855 di Göttingen, Hanover (sekarang Jerman)


Johann Carl Friedrich Gauß (juga dieja Gauss) adalah matematikawan, astronom, dan fisikawan Jerman yang memberikan beragam kontribusi; ia dipandang sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa selain Archimedes dan Isaac Newton. Dilahirkan di Braunschweig, Jerman, saat umurnya belum genap 3 tahun, ia telah mampu mengoreksi kesalahan daftar gaji tukang batu ayahnya.


Pada usia 7 tahun Gauss memasuki SD dan potensinya yang luar biasa sudah terlihat pada usia ini. Gurubya Büttner dan asistennya Martin Bartels merasa takjub dengan kelebihan Gauss kecil ini. Menurut sebuah cerita, pada umur 10 tahun, ia membuat gurunya terkagum-kagum dengan memberikan rumus untuk menghitung jumlah suatu deret aritmatika berupa penghitungan deret 1+2+3+...+100. Meski cerita ini hampir sepenuhnya benar, soal yang diberikan gurunya sebenarnya lebih sulit dari itu.

Pada tahun 1799 setelah menerima gelar, Gauss kembali ke Brunswick dari pengembaraan studynya. Dia lulus doctoral dari Universitas Helmstedt dengan disertasi tentang teori dasar aljabar. Ia menerbitkan buku Disquisitiones Arithmeticae pada musim panas tahun 1801. Ada tujuh bagian dalam buku tersebut, semua membahas tentang teori bilangan kecuali pada bagian terakhir.
Sebagai salah satu matematikawan terbesar sepanjang masa, selain Archimedes dan Isaac Newton, Gauss melakukan penelitiannya di observatorium astronomi di Gottingen, kota kecil di jantung Jerman. Kiprah Gauss menciptakan tradisi matematis yang membuat Gottingen dan universitasnya menjadi pusat matematika dunia.

Gauss memberikan beragam kontribusi yang variatif pada bidang matematika. Bidang analisis dan geometri mengandung banyak sekali sumbangan-sumbangan pikiran Gauss, ide geometri non Euclidis ia garap pada 1797. Pada 1800 Gauss berhasil menciptakan metode kuadrat terkecil, dan pada 1801 berhasil menjawab pertanyaan yang berusia 2000 tahun dengan membuat polygon 17 sisi memakai penggaris dan kompas. Gauss menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Gottingen dan meninggal di sana juga.

Gauss adalah ilmuwan dalam berbagai bidang: matematika, fisika, dan astronomi. Bidang analisis dan geometri menyumbang banyak sekali sumbangan-sumbangan pikiran Gauss dalam matematika. Kalkulus (termasuk limit) ialah salah satu bidang analisis yang juga menarik perhatiannya.

Minggu, 22 Februari 2015

Biarlah Newton Ada! Dan semuanya akan terang benderang


ISAAC NEWTON
[1642-1727]


Isaac Newton merupakan ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia. Ia lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642. Pada waktu masih bocah dia sudah menunjukkan kecerdasan dan kecakapannya di bidang mekanika dan sangat trampil dan cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak yang cemerlang, di sekolah tampaknya ia ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian para gurunya. Sehingga ketika menginjak remaja, ibunya berniat mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa dibujuk, kalau bakat utamanya tidak terletak di bidang pertanian-menggarap sawah. 

Pada umur delapan belas tahun dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya nanti akan mengubah dunia. Isaac Newton-lah orang yang sanggup menyuguhkan kumpulan teori yang terangkum rapi dan meletakkan batu pertama ilmu pengetahuan modern yang kini arusnya jadi anutan orang.
Newton sendiri sebenarnya agak ogah-ogahan menerbi
tkan dan mengumumkan penemuan-penemuannya. Gagasan dasar sudah disusunnya jauh sebelum tahun 1669, tetapi banyak teori-teorinya baru diketahui publik bertahun-tahun sesudahnya.

Kontribusi terbesar Newton di bidang matematika adalah penemuannya tentang "kalkulus integral" yang mungkin dipecahkannya ketika ia masih berumur dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun. Penemuan ini merupakan hasil karya terpenting di bidang matematika modern. Bukan semata karena dari kalkulus integral itu tumbuh teori matematika modern, tetapi juga perangkat tak terelakkan yang tanpa penemuan itu mustahil pengetahuan modern berkembang dan mengalami kemajuan yang pesat. Selain itu, Newtonlah orang yang menemukan dalil binomial yang amat logis dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Tahun 1678 Newton menerbitkan buku karyanya yang sangat terkenal “Prinsip-prinsip matematika mengenai filsafat alamiah” (biasanya disingkat Principia). Dalam buku itu Newton mengemukakan teorinya tentang hukum gaya berat dan tentang hukum gerak. Dia menunjukkan bagaimana hukum-hukum itu dapat dipergunakan untuk memperkirakan secara tepat gerakan-gerakan planet-planet yang mengitari matahari.

Jika kita buka-buka indeks ensiklopedia ilmu pengetahuan, kita akan menjumpai hal menyangkut Newton beserta hukum-hukum dan penemuan-penemuannya dua atau tiga kali lebih banyak jumlahnya dibanding ilmuwan yang manapun juga. Banyak ilmuwan besar lain yang sejaman maupun yang hidup sesudahnya mengakui kehebatan Newton. Misalnya, Laplace, ilmuwan besar Perancis itu memuji, “Buku Principia Newton berada jauh di atas semua produk manusia genius yang ada di dunia." Langrange sering menyatakan bahwa Newton adalah genius terbesar yang pernah hidup. Tak ketinggalan Leibniz, salah seorang cendekiawan besar yang sama sekali tidak dekat, bahkan pernah terlibat dalam suatu pertengkaran sengit dengan Newton mengungkapkan, "Dari semua hal yang berkaitan dengan matematika, dari mulai dunia berkembang hingga adanya Newton, orang itulah yang memberikan sumbangan terbaik." 

Newton bukan semata yang paling cerdas otak diantara barisan cerdas otak, tetapi sekaligus dia tokoh yang paling berpengaruh di dalam perkembangan teori ilmu pengetahuan. Newton menghembuskan nafas penghabisan tahun 1727, dikebumikan di Westminster Abbey, dialah ilmuwan pertama yang memperoleh penghormatan macam itu.

Rene Decsartes. Pernah dengar?

“Saya Berpikir, Maka Saya Ada”
RENE DESCARTES
[1596-1650]


Mungkin kita sedikit asing dengan Rene Descartes, tapi pasti kita tahu dan bahkan akrab dengan Cartesius. Nama itu sebenarnya selalu kita jumpai bahkan sering terucap dari mulut kita, ketika kita belajar geometri. 

Rene Descartes lahir pada tahun 1596. Dia merupakan seorang filosof, ilmuwan, matematikus Perancis yang tersohor. Pada umur 20 tahun, dia sudah memperoleh gelar ahli hukum dari Universitas Poitiers. Sayangnya, ia sama sekali tidak pernah mempraktekkan ilmu hukumnya itu. 

Ia memiliki keyakinan tidak ada ilmu apa pun yang bisa dipercaya kecuali matematika. Sehingga, bukannya dia meneruskan pendidikan formalnya di bidang hukum, melainkan malah mengambil keputusan untuk berkelana keliling Eropa dan melihat dunia dengan mata kepalanya sendiri. Selama lebih kurang 12 tahun, dari tahun 1616 hingga 1628, Descartes betul-betul mondar-mandir dari satu negeri ke negeri lain. Dia tiga kali masuk dinas militer yang berbeda-beda (Belanda, Bavaria dan Honggaria), meskipun tampaknya dia tidak pernah ikut bertempur sama sekali. Dikunjunginya pula Italia, Polandia, Denmark dan negeri-negeri lainnya. Dalam tahun-tahun ini, dia menghimpun apa saja yang dianggapnya merupakan metode umum untuk menemukan kebenaran. 

Sekitar tahun 1629 ditulisnya Rules for the Direction of the Mind buku yang memberikan garis-garis besar metodenya. Dari tahun 1630 sampai 1634, Descartes menggunakan metodenya dalam penelitian ilmiah. Pada tahun 1637 dia menerbitkan bukunya yang sangat terkenal Discourse on the Method for Properly Guiding the Reason and Finding Truth in the Sciences (biasanya disingkat saja dengan Discourse on Method). Discourse on Method ditulis dalam bahasa Perancis dan bukan bahasa Latin, sehingga semua kalangan intelektual dapat membacanya, termasuk mereka yang tidak memperoleh pendidikan klasik. 

Sumbangan Descartes yang paling penting adalah penemuannya tentang geometri analitis. Ini merupakan langkah kemajuan besar di bidang matematika. Sumbangan ini membukakan jalan bagi Newton menemukan Kalkulus.

Mungkin, bagian paling menarik dari Descartes adalah caranya memulai sesuatu. Dari meneliti sejumlah besar pendapat-pendapat yang keliru yang umumnya sudah disepakati orang, Descartes berkesimpulan bahwa untuk mencari kebenaran sejati dia mesti mulai melakukan langkah yang polos, murni dan jernih. Untuk itu, dia mulai dengan cara meragukan apa saja. Meragukan apa saja yang dikatakan gurunya, meragukan kepercayaan, meragukan pendapat umum yang sudah berlaku, meragukan eksistensi alam di luar dunia, bahkan meragukan eksistensinya sendiri. Pokoknya, meragukan segala hal.

Karuan saja ini membuat dia menghadapi masalah yang menghadang: apakah mungkin mengatasi pemecahan atas keraguan yang begitu universal, dan apakah mungkin menemukan pengetahuan yang bisa dipercaya mengenai segala-galanya? Tetapi, lewat alasan-alasan metafisika yang cerdik, dia mampu memuaskan dirinya sendiri bahwa dia sebenarnya "ada" ("Saya berpikir, karena itu saya ada" merupakan argumen terkenal dari Descartes, meski bukanlah pendapatnya yang orisinil), dan Tuhan itu ada serta alam di luar dunia pun ada. Ini merupakan langkah pertama dari teori Descartes.

Tahun 1649 Descartes menerima tawaran bantuan keuangan yang lumayan dari Ratu Christina, agar datang ke Swedia dan menjadi guru pribadinya. Namun Descartes sangat kecewa ketika dia tahu sang Ratu ingin diajar pada jam lima pagi. Dia khawatir udara pagi yang dingin bisa membuatnya mati. Dan ternyata betul, Descartes kena pneumonia, dan meninggal bulan Februari 1650, cuma empat bulan sesudah sampai di Swedia.